Tak Berkategori

I was once become ‘Bridezilla’ (2)

 

af0b979e67dd428ea0b962f079eb1a21

Tidak hanya menjadi sensitif terhadap omongan orang lain, saya juga jadi cemas berlebih. Sebenarnya hal yang wajar dan maklum sih, karena semua Calon Pengantin pasti ingin pernikahannya sesuai dengan yang mereka sudah rencanakan. You’re so lucky if ur wedding reception running as well as u expected :3 And Iam 95% lucky enough hohohoho.Why 95%? Because I was upset cannot try the fooooddd as much as I want!! Ughhhhh, saya ngga kebagian makanan padahal kan saya pengantin-nyaaaa huhuhu too bad! Padahal saya suka sekali dengan masakan katering yang saya pilih ini (I will write a review of all my wedding vendor on the next post).

Saya juga kadang menangis tersedu-sedu sendirian. Entah itu karena pertengkaran kecil dengan calon suami saya atau perdebatan dengan orangtua masalah pemilihan perintilan (biasanya berhubungan dengan adat dan agama) untuk resepsi. Saya yakin semua Calon Pengantin pasti pernah ada di posisi ini, yakin 100%!! Mau menikah itu lika-liku nya banyak, there will be soooo many drama-trust me-makanya harus teguhkan mental dan banyak bersabar. Belum lagi kalau ada perbedaan pendapat dengan keluarga besar si Calon Mempelai Pria, duh sensitif banget pastiiii. Saya juga sering merasa jengkel dengan orangtua saya (bahkan bude/pakde suka ikutan bikin jengkel juga lho), karena it was my ego said “This is my wedding for God’s sake. Could u please just #!&@*% !!!” 😦 But I have to beat my ego because Iam the younger here and I think I should respect them as parents. Jadinya yaaa saya menumpahkan kekecewaan itu dengan menangis sendiri aja, tapi didepan mereka saya manut-manut aja. Berpikirnya begini, “Ayo senengin orangtua dengan mendengarkan petuah dan masukannya sebelum jadi istri orang”. Dan pasti petuah nya orangtua itu jarang sekali salah, jadi kalau kamu sekarang lagi dalam so much drama with ur parents, try to discussing (again). If it still doesn’t help anything, just listen and respect them 🙂

Menjadi bridezilla bukan berarti semua hal menjadi frustating kok (mostly yes :p). Kalau mood saya suka naik-turun, nah pas mood saya naik ini jadi bersemangat banget! Saking semangat nya saya rela tuh pulang bimbingan skripsi sendirian naik kereta ke Tanah Abang demi membeli seragam untuk my bridesmaid. Hahaha saya rasa ngga perlu dijelasin kali ya kenapa ke Tanah Abang, jelas disana pilihan bahan kain banyak variasinya dan terutama bisa ditawar! Saya juga suka menghabiskan waktu lunch dan dinner (biasanya kalau dinner karena ditemani suami saya) untuk meeting sama vendor. Colongan disela-sela waktu kerja, magang, kuliah untuk ketemu vendor. Itu sih hal yang sudah pasti terjadi yaa apalagi kalau semuanya urus sendiri seperti saya tanpa WO! 😀 Beberapa bulan sebelum hari H, saya sempat berpikir ingin membuatkan bingkisan (bikin sendiri) tanda terimakasih saya kepada teman-teman bridesmaid. Tapi ternyata itu semua buyarrrrr karena ngga ada waktu hahahahaha. Jadinya saya hanya memberikan beberapa barang aja itu juga beli ngga jadi bikin sendiri. Pernah juga dengan pede-nya mau bikin desain undangan sendiri, sedangkan saya ngga jago design graphic sama sekali. Ya pada akhirnya ngga jadi deh, karena terbatas waktu dan ngga mampu juga hehe :p

Pokoknya pengalaman yang saya lewati menurut saya sih seru. Karena saya terjun langsung sendiri mengurusi hampir segala urusan wedding vendor saya. Sempat merasa sedikit bangga karena saya bisa menyelesaikan semua apa yang menjadi tugas saya saat itu. Masih ingat banget saya dan suami tidak dipingit lho. Karena dia masih nemenin saya kesana-kesini urus vendor dan H-2 the big day dia masih nemenin saya ke kampus untuk kasih hasil revisi skripsi sidang saya. Pengalaman kaya gini bisa jadi cerita ke anak cucu, 6 bulan mempersiapkan pernikahan, dengan kegiatan bekerja full-time, internship for graduate, doing my thesis, and facing this roller-coaster-mood for sureeee :p

Saran saya adalah take it easy take it simply. Dalam mempersiapkan dan mewujudkan pernikahan kadang tidak semua hal bisa sesuai harapan. Ini saatnya kamu belajar kompromi dan bersabar dalam menghadapi ‘drama’ yang ada di masa-masa ini. Jangan terlalu dipikirin, jangan dibawa stress. Ini acara cuma 2 jam yang ngga berasa tau-tau udah kelar, masa stress nya berbulan-bulan shayyyyy! Ingat lho, kamu ini Calon Pengantinnya harus terlihat fresh and happy. In the end is that u are going to marry ur lover, so be bright and be happy! 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s